Breaking News
Loading...

Search This Blog

Recent Post

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Monday, July 15, 2013
no image

Sesederhana, Bagaimana Jika..

Bagaimana jika nanti, pikiranku menjadi terlalu rumit?
Bagaimana jika, aku tidak lagi merasa tentang-Mu di hatiku?
Bagaimana jika hari itu tiba, ketika hidupku penuh dikuasai oleh tatanan logika..

Ingatkan aku tentang kasih-Mu yang berbicara dengan begitu sederhana..
Ingatkan aku tentang tetesan air mata yang hangat, tentang bagaimana pertolongan-Mu yang begitu lekat dan tentang indah-Mu yang selalu kurasakan dekat…

Namun, Jika pun nanti kumelangkah pada batas timur yang terjauh, kembalikanku pada-Mu..
Jika kuterhilang dan tak mampu membaca arah pulang, temukanku…

Walau ratus atau ribu kali..
Walau terselubung riuh yang penuh..
Walau kelam atau pekat
Walau tak ada lagi janji yang kuingat…

Lagi,

Buat aku mendengar-Mu,
Buat aku mengembalikan arahku menuju-Mu..

Sesederhana semula..


Ditulis oleh @lunniey

Kalo kamu suka tulisan ini, bantu kita menyebarkannya dengan mengklik share/bagi yah! Ditunggu juga cerpen dan puisi kamu di cerpuni@gmail.com

GBU :)
Tuesday, March 26, 2013
Surat Untuk Bapa

Surat Untuk Bapa


Bapa,
Engkau yang menciptakan manusia lengkap dengan segala keunikannya
Tidak ada kata ‘produk gagal’ bagiMu

Namun,
Seringkali aku terbentur dan tersakiti

Bapa,
Mampukanku untuk meneropong ke dalam diriku terlebih dulu.
Memperbaiki yang rusak di dalamku
Menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihan
Termasuk aku,

Seringkali ya Bapa, jiwaku tercabik oleh segelintir huruf yang dilontarkan.
Terpuruk dalam rasa bersalah dan rendah diri

Secara manusiawi, pastilah hatiku perih berdarah.
Secara manusiawi, pastilah aku ingin membalas dengan kalimat yang lebih menyakitkan.
Secara manusiawi, aku ingin menghilangkannya dari peredaran orbit bumi ini.
Secara manusiawi, aku akan marah, benci dan dendam.
Secara manusiawi, aku akan menghapus namanya dari hidupku.

Tapi, aku tidak mau seperti itu.
Aku tidak mau memberi hiburan pada singa yang mengaum.
Aku berusaha memahami setiap karakter yang Kau ciptakan
Berusaha melihatnya tidak hanya dari sudut pandangku saja

Bapa,
Jujur, sulit sekali menyusun puing-puing hati yang hancur dan merangkainya menjadi sebuah
pengampunan yang indah.

Bapa, peluklah jiwaku menuju ketenanganMu.
Rajutlah air mata ini, menjadi untaian kedamaian di dalam-Mu.

Bapa, terimalah kerapuhan ini
Mampukanku mengampuni walau sulit
Hanya dengan ramuan kasihMu maka ada kekuatan baru.

Bapa, jangan pernah biarkan aku merasa sendiri mendaki perjalanan terjal ini.
Lihatlah aku ya Bapa, jiwa yang remuk, hati yang terkoyak, tak mampu lagi melihat arah jalan
Kumohon, bantu aku untuk bangkit, berdiri tegap, berjalan setapak demi setapak menyelesaikan
perjalanan ini.

Merdekakanlah aku dari rasa sakit dan amarah ini,
Bebaskanlah aku dari kebencian dan dendam

Sekali lagi Bapa, mampukanku untuk mengampuni.
Mampukanku untuk melihat melalui mataMu.
Cengkeramlah aku dalam kasihMu ya Bapa,
KasihMu yang telah membebaskan dan mengampuniku
Agar aku mampu mengasihi diriku sendiri dan sesama

Kudatang padaMu ya Bapa dengan penuh kerendahan.
Kuhentikan kemanusiawianku karena hanya melalui Engkaulah aku dimampukan mengasihi,
mengampuni dan melupakan kesalahan.
Agar mereka yang tidak tahu, menjadi tahu tentang kasihMu dan merasakan pula
pengampunanMu

Ditulis Oleh Rellin A. Isdianto

Kalo kamu suka tulisan ini, bantu kita menyebarkannya dengan mengklik share/bagi yah! Ditunggu juga cerpen dan puisi kamu di cerpuni@gmail.com

GBU :)
Copyright © 2013 Kristus All Right Reserved